sauh atau gancu yang banyak pencakarnya
bangunan kuno yang dibuat dari batu (sebagai tempat pemujaan, penyimpanan abu jenazah raja-raja, pendeta-pendeta Hindu atau Buddha pada zaman dulu)
candi yang letaknya diapit oleh candi lain dalam satu kompleks
gapura atau pintu gerbang (pura) yang bentuknya menyerupai candi yang dibelah dua
candi besar yang dikelilingi sejumlah candi kecil; candi utama dalam suatu kompleks percandian
candi yang dibangun tepat di depan gerbang masuk menuju halaman kompleks percandian
candi kecil yang menjadi pelengkap sebuah kompleks percandian
candi kecil yang mengelilingi candi induk
perempuan yang diperlakukan sebagai istri oleh seorang laki-laki, tetapi tidak dinikahi; gundik
barang yang lentik dan lebar pada ujungnya (seperti ujung kait sauh, pemetik bedil, injak-injak atau pemijak kaki pada kereta)
kawah di kayangan (dalam pewayangan); tempat penggemblengan diri pribadi supaya kuat, terlatih, dan tangkas
hitam bercampur putih (tentang warna bulu kucing)
pedang
rumusan tahun dengan kata-kata, yang setiap kata melambangkan angka, dibaca dari depan dan ditafsirkan dari belakang; kronogram Jawa yang memakai sistem perhitungan bulan
pohon besar, tingginya 4,5 m, kayunya rapuh; getah kering pahit berwarna cokelat kekuning-kuningan yang diambil dari buah bunga popi "Papaver somniferum", dapat mengurangi rasa nyeri dan merangsang rasa kantuk serta menimbulkan rasa ketagihan bagi yang sering menggunakannya; cairan kental berwarna hitam yang melekat pada pipa yang keluar dari rokok saat diisap; sesuatu yang menjadi kegemaran
parang yang dibuat dari satu besi yang bilah dan hulunya bersambung
tiruan bunyi yang nyaring dan melengking; penganan yang dibuat dari nasi ketan yang dibumbui, diisi daging cacah, dibungkus dengan daun bambu seperti lepat dan dikukus (rasanya gurih); jaring besar untuk menangkap ikan
bangau pemangsa belut, ikan kecil, dan binatang lumpur lainnya; Ardea cinerea rectirostris
cakup (dengan mulut); cengam
takuk pada permukaan ujung atau pangkal galah (tiang dan sebagainya.); sesuatu yang bentuknya seperti canggah; rakus
perubahan bentuk dan/atau ukuran suatu benda, biasanya dari yang baik menjadi kurang baik, membarengi terjadinya keadaan bertegangan; deformasi
galah (tongkat dan sebagainya.) yang ujungnya bercabang (untuk senjata, menggancu, dan sebagainya.); dahan yang bercabang dua; keturunan yang kelima (anak, cucu, cicit atau buyut, canggah atau piut); cucu dari cucu
kuku jari (terutama kelingking) yang dibiarkan panjang (untuk hiasan); kuku buatan (dari emas, perak) untuk hiasan jari
canggai
tarian adat pada waktu upacara peminangan gadis di Lampung
banyak cakap; bawel; cerewet; suka mengganggu (ribut); tidak dalam keadaan yang wajar, murni, atau asli; kehilangan kesederhanaan yang asli (seperti sangat rumit, ruwet, atau terkembang); banyak mengetahui atau berpengalaman (dalam hal-hal duniawi); bergaya intelektual
cagu
kurang mahir atau tidak terampil dalam menggunakan sesuatu (karena belum biasa mengerjakannya); kikuk; kekok; kurang enak dipakai; tidak mudah digunakan; merasa tidak senang (tidak bebas); malu-malu (karena belum biasa bergaul, belum mengerti adat kebiasaan yang berlaku); kaku (dalam arti kurang mengerti basa-basi, adat sopan santun); kurang baik (buatannya, susunannya); agak janggal (tidak semestinya, tidak pada tempatnya); dalam keadaan kekurangan (tentang kehidupan, kepandaian, dan sebagainya
kulit telur; rumah siput atau kerang; kulit keras yang menutupi badan (pada penyu, kura-kura, dan sebagainya.); kurang sopan; kurang ajar terutama suka menjawab dengan keras apabila dimarahi (dinasihati)
agak tinggi dan melereng (tentang tanah); dangkal; cetek; tidak dalam (tentang air)
Kamus Bahasa Indonesia berisi daftar kata bahasa Indonesia lengkap dengan kelas kata, arti, dan contoh pemakaiannya.
Total 67.550 kata. Sumber data: Wiktionary bahasa Indonesia (CC BY-SA).